Sejarah Sabung Ayam S128 di Indonesia

sejarah sabung ayam s128 di indonesia

janganjudi.org merupakan situs resmi yang berlisensi PAGCOR untuk menggelar pertarungan sabung ayam s128 di indonesia. janganjudi.org lahir dari semangat terbarukan sabung ayam s128. Apalagi ada Gallero S128 yang senantiasa memberikan insight soal bagaimana sabung ayam s128 berkembang di indonesia. Hal ini yang dikemudian hari disebut sebagai cikal bakal lahirnya s128 di indonesia.

Melihat Lebih Dekat Bagaimana Sejarah Sabung Ayam S128 di Indonesia

Ada hal yang menarik sebenarnya jika kita mengikuti bagaimana sabung ayam s128 berkembang begitu pesat di indonesia. Ada beragam pandangan mengenai bagaimana sabung ayam s128 seharusnya hadir di Indonesia. Pelarangan demi pelarangan sebenarnya menjadi bukti bahwa kehadiran sabung ayam s128 masih di tolak. Apalagi pasal yang melekat kalau bukan perjudian yang membayangi kemajuan sabung ayam s128 di Indonesia. Maka tak jarang, sabung ayam s128 bukan lagi olahraga melainkan hanya cara beberapa orang di Indonesia.

Sejarah Sabung Ayam s128 di Pulau Jawa

sabung ayam s128 di pulau jawa
sabung ayam s128 di pulau jawa sumber : ( https://phesolo.wordpress.com/2011/12/02/sejarah-sabung-ayam-di-nusantara-bukan-sekedar-permainan-semata )

Mengapa kami bahas jawa untuk pertama kali ? ini diakibatkan pulau jawa merupakan pusat dari segala pusat, inti dari segala inti dominasi Indonesia. Ibukota indonesia sendiri juga berada di jawa. Sehingg tak jarang sabung ayam s128 merasa tertarik untuk menggelar pertarungan sabung ayam s128 di Jawa. Hal ini yang kemudian Permainan sabung ayam s128 di pulau Jawa datang dari folklore (narasi rakyat) Cindelaras yang mempunyai ayam sakti serta diundang oleh raja Jenggala, Raden Putra untuk mengadu ayam. Ayam Cindelaras diadu dengan ayam Raden Putra dengan satu prasyarat, bila ayam Cindelaras kalah maka dia bersedia kepalanya dipancung, tapi bila ayamnya menang jadi 1/2 kekayaan Raden Putra jadi punya Cindelaras.

Ayam Cindelaras sudah pernah kami bahas dalam beberapa kesempatan. Tujuannya adalah jenis ayam ini mampu membuat anda bergidik ngeri setiap kali dia menyerang dengan tajam. Dua ekor ayam itu bertanding dengan gagah berani. Tapi dalam sekejap, ayam Cindelaras sukses mengalahkan ayam sang Raja. Beberapa pemirsa bersorak sorai mengelu-elukan Cindelaras serta ayamnya. Pada akhirnya raja mengaku kedahsyatan ayam Cindelaras serta tahu jika Cindelaras tidak lainnya ialah putranya sendiri yang lahir dari permaisurinya yang terbuang karena iri dengki sang selir.

Sejarah Sabung Ayam S128 di Pulau Bali

Riwayat Sabung di Pulau Bali permainan sabung ayam s128 disebut Tajen. Tajen berasal-usul dari tabuh rah, salah satunya yadnya (upacara) dalam penduduk Hindu di Bali. Arahnya mulia, yaitu mengharmoniskan jalinan manusia dengan bhuana agung. Yadnya ini rentetan dari upacara yang sarananya memakai binatang kurban, seperti ayam, babi, itik, kerbau, serta beberapa type hewan peliharaan lainnya. Persembahan itu dikerjakan lewat cara nyambleh (leher kurban dipotong sesudah dimanterai).

Awal mulanya juga dikerjakan ngider serta perang sata dengan peralatan kemiri, telur, serta kelapa. Perang sata ialah pertempuran ayam dalam serangkaian kurban suci yang dikerjakan tiga partai (telung perahatan), yang melambangkan penciptaan, pemeliharaan, serta pemusnahan dunia. Perang sata adalah lambang perjuangan hidup.

Perjuangan hidup s128 sangat begitu menyelaskan diri di Indonesia. Sehingga permainan ingin diambil alih dan mencetak hal baru.

Contohnya, dalam lontar Siwa Tattwapurana yang diantaranya mengatakan, dalam tilem kesanga (waktu bulan benar-benar tidak terlihat pada bulan ke-9 penanggalan Bali). Bathara Siwa membuat yoga, waktu itu keharusan manusia di bumi memberikan persembahan, lalu diselenggarakan pertempuran ayam serta dikerjakan Nyepi satu hari. Yang dikasih kurban ialah Sang Dasa Saat Bumi, sebab bila tidak, celakalah manusia di bumi ini.

Sedang dalam lontar Yadnya Prakerti diterangkan, pada saat hari raya diselenggarakan pertempuran suci contohnya pada bulan kesanga patutlah membuat pertempuran ayam tiga sehet dengan kelengkapan upakara. Bukti tabuh rah adalah serangkaian dalam upacara Bhuta Yadnya di Bali semenjak jaman purba ikut didasarkan dari Prasasti Batur Abang I tahun 933 Saka serta Prasati Batuan tahun 944 Saka.

Sejarah sabung ayam s128 di pulau Sulawesi

Kematian ayam sabungan Raja Gowa adalah kejadian kekalahan kesaktian serta kharisma Raja Gowa oleh Raja Bone, hingga Raja Gowa Daeng Bonto terasa terpukul serta malu. Tragedi ini dilihat menjadi momen siri’ oleh Kerajaan Gowa. Di lainnya pihak, kemenangan Manu Bakkana Bone tempatkan Kerajaan Bone dalam tempat psikologis yang kuat pada kerajaan – kerajaan kecil yang terdapat di sekelilingnya. Efek positifnya, tidak lama setelah momen sabung ayam itu langsung kerajaan – kerajaan kecil di seputar Kerajaan Bone mengatakan diri masuk tanpa atau dengan desakan militer, seperti Arena Ale, Awo, Teko, dan negeri Tellu Limpoe.

Sabung Ayam Mengingatkan 3 Kejadian Besar Budaya Indonesia

Adu ayam jago atau biasa disebut sabung ayam merupakan permainan yang telah dilakukan masyarakat di kepulauan Nusantara sejak dahulu. Sabung ayam merupakan perkelahian ayam jago yang memiliki taji dan terkadang ditambahkan logam yang runcing di tajinya. Permainan sabung ayam di Nusantara ternyata tidak hanya sebuah permainan hiburan semata bagi masyarakat, tetapi merupakan sebuah cerita kehiduan baik sosial, kebudayaan dan politik.

Adapun 3 hal yang kami maksud adalah sebagai berikut :

1. Peristiwa Politik di Masa Lalu Di Singosari

Sejarah sabung ayam juga menjadi sebuah pengingat peristiwa politik pada masa lampau. Kisah kematian Prabu Anusapati dari Singosari yang terbunuh saat menyaksikan sabung ayam. Kematian Prabu Anusapati terjadi pada hari Budha Manis atau Rabu Legi ketika di kerajaan Singosari sedang berlangsung keramaian di istana kerajaan salah satunya adalah pertunjukkan sabung ayam. Peraturan yang berlaku adalah siapapun yang akan masuk ke dalam arena sabung ayam dilarang membawa senjata atau keris.

Ken Dedes ibu Anusapati menasehati anaknya agar tidak melepas keris pusaka yang dipakai sebelumnya, tetapi sesaat ketika sabung ayam belum dilakukan di dalam arena Anusapati terpaksa melepaskan kerisnya atas desakan Pranajaya dan Tohjaya. Pada saat itu di arena terjadi kekacauan dan akhirnya peristiwa yang ditakutan Ken Dedes terjadi dimana kekacauan itu merenggut nyawa Anusapati.

2. Tradisi Mengharmoniskan Hubungan Antar Manusia Di Bali

Di Bali sejarah sabung ayam mengingatkan pada tradisi yang disebut Tajen. Tajen berasal dari tabuh rah, salah satunya yadnya (upacara) dalam masyarakat Hindu di Bali. Tujuannya mulia, yaitu mengharmoniskan hubungan manusia dengan bhuana agung. Yadnya ini runtutan dari upacara sarananya menggunaan binatang kurban, seperti ayam, babi, itik, kerbau, dan berbagai jenis hewan peliharaan lain. Sebelumnya pun dilakukan ngider dan perang sata dengan perlengkapan kemiri, telur dan kelapa sebelum disembelih.

3. Simbol Hubungan Sosial Antar Masyarakat Di Bugis

Dalam kebudayaan Bugis sendiri sejarah sabung ayam merupakan pengingat bahkan telah melekat sebagai budaya lama dalam menunjukkan hubungan sosial antar masyarakat disana. Gilbert Hamonic menyebut bahwa kultur Bugis kental dengan mitologi ayam. Hingga raja Gowa XVI, I Mallombasi Daeng Mattawang Sultan Hasanuddin, digelari “Haaantjes van het Oosten” yang berarti Ayam Jantan dari Timur. Dahulu orang tidak disebut pemberani jika tidak memiliki kebiasaan minum arak dan adu ayam. Untuk mengasosiasikan dengan keberanian itu biasanya dibandingkan dengan ayam jantan paling berani di kampungnya.

Pada tahun 1562 Raja Gowa X Mariogau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tanipalangga Ulaweng mengadakan kunjungan resmi ke Kerajaan Bone dan disambut sebagai tamu negara. Raja Gowa kemudian mengajak raja Bone La Tenrirawe Bongkange untuk memeriahkan suatu acara disana dengan sabung ayam. Singkat cerita ayam sabungan Raja Gowa kalah oleh ayam sabungan raja Bone. Raja Gowa kehilangan 100 katie emas yang sebelumnya dipertaruhkannya. Hal itu merupakan fenomena kekalahan yang sangat memukul dan membuat raja Gowa malu. Di satu sisi kemenangan raja Bone menempatkan kerajaannya dalam posisi psikologis yang kuat terhadap kerajaan kecil yang ada disekitarnya.

Perang sata dilakukan oleh ayam dalam rangkaian kurban suci yang dilaksanaan tiga partai (telung perahatan), yang melambangkan penciptaan, pemeliharaan, dan pemusnahan dunia. Perang sata merupakan simbol perjuangan hidup. Tradisi ini sudah lama sekitar tahun 1200 semenjak kerajaan Majapahit yang melakukan pelarian ke Bali.

Demikianlah artikel kami yang berjudul “Sejarah Sabung Ayam S128 di Indonesia” dengan tujuan para pembaca yang ingin mengetahui lebih dalam s128 dapat tercerahkan. Bagi anda yang ingin memahami lebih dalam bagaimana s128 bekerja dan bagaimana cara bermiannya. Silahkan tekan livechat kami di sebelah kanan layar anda untuk memastikan semua akan berjalan dengan baik saka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *